HR/SDM

HR/SDM (1)

Office Politics yang Destructive

Ajang Pekerja Tak Kompeten

9 Juni 2020

“Persahabatan bagai kepompong, lalu berubah menjadi kupu-kupu”, adalah lirik sebuah lagu yang cukup trendy di akhir tahun 2010-an. 

Mengamati perubahan ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu sangatlah menarik. Siklus kehidupan terlihat tampak sederhana, namun yang tak terbayang adalah bagaimana perubahan dari seekor ulat, yang kadangkala menjijikkan, menggelikan dan bahkan menakutkan bisa berubah menjadi kupu-kupu yang indah dan berwarna-warni. Transedentalnya, itulah kemahakuasaan Tuhan. 

Transformasi kepompong kupu-kupu ini dapat dipersonifikasikan ketika seseorang mengalami perubahan dari sesuatu yang terkesan kurang menarik, kurang baik, kurang sesuai dengan pandangan umum yang ada dan bahkan mungkin kurang disukai oleh pihak lainnya, berubah menjadi sesuatu yang menarik, disukai dan dapat diterima oleh pihak lainnya. Namun seperti yang diuraikan diatas , proses perubahannya tentunya memiliki tahapannya sendiri, yang kadangkala tak banyak diketahui oleh pihak lainnya. Perubahan apa yang terjadi pada seekor kupu-kupu ternyata memerlukan beberapa tahapan yaitu dari telur, berubah menjadi larva/caterpillar, larva ini tumbuh menjadi ulat dan memakan daun dimana telur tersebut berada, selanjutnya pada fase tertentu ulat itu berubah menjadi kepompong, bertahan hingga beberpa hari lalu menetas menjadi kupu-kupu. Pada saat menetas, sayap kupu-kupu masih dalam kondisi lunak, kurang lebih tiga atau empat jam kemudian mulai menguat sejalan dengan terpompanya darah ke seluruh jaringan sayap.